Senin, 21 Agustus 2017

[Tips] Menjadi Travel Blogger ala Donna Imelda


Februari lalu, saya berkesempatan mengikuti agenda meet-up yang diadakan oleh komunitas Depok Menulis, yang berlokasi di Tranz Eat di Jalan Margonda, Depok. Malu ih sebenernya baru update tulisannya sekarang padahal udah lewat setengah tahun lalu, hiks. Maklum yaa efek lupa dan segambreng tugas lain sebagai guru dan ibu yang akhirnya baru inget kalau belum bikin tulisan ini *alibi* *lalu dikepruk*. Tapi daripada gak sama sekali kan, mudah-mudahan tetep bermanfaat dan informatif buat yang mau jadi travel blogger.

pixabay.com

Travel blogger? Wah, enak dong! Bisa traveling terus?!

Yups. Siapa sih yang nolak kalau diajak jalan-jalan, mayoritas gak akan ada yang menolak, apalagi bisa jalan-jalan gratis alias dibayai. Sangat menggiurkan bukan. Mba Donna Imelda, seorang blogger yang juga dosen di salah satu kampus swasta di Jakarta ini berbagi tips kepada para peserta tentang “bagaimana menjadi seorang travel blogger”.

Travel is Good For You

Setiap perjalanan yang kita lakukan tentunya dapat membuka mata kita tentang banyak hal, memberikan banyak pelajaran dan pendidikan, memberikan kita perspektif tentang sesuatu yang baru, dan yang paling penting membantu kita ‘move-on’. Selain itu, dari traveling kita bisa menjalin silaturahmi dengan banyak orang yang kita temui, belajar bahasa baru, dan mengembangkan kemampuan diri yang belum kita ketahui sebelumnya.

“Traveling itu ibarat sekolah kehidupan, banyak sekali hal dan ilmu yang bisa dipelajari melalui traveling”. Ungkap Mba Donna. “Traveling juga tidak melulu perjalanan jauh, juga tidak selalu berbiaya tinggi”. Tambahnya.

Mba Donna sedang berbagi pengalamannya selama menjadi travel blogger


Begitulah mindset kita sekarang ini kalau dibilang traveling pasti kebayang tempat-tempat yang jauh, padahal perginya kita ke suatu tempat meskipun jaraknya tidak jauh itu sudah disebut traveling. Misalnya saja, kamu pergi ke rumah teman di kampung sebelah dan disana kamu makan rujak buni yang udah jarang banget ditemui. Kemudian, kamu menceritakan pengalaman makan rujak buni dalam bentuk tulisan. Sederhana, tapi dari satu kegiatan itu kita bisa menceritakan banyak hal dari sudut pandang kita. Atau kegiatan lainnya seperti pergi berkunjung ke pasar malam di dekat rumah, dan lain sebagainya.

Menjadi travel blogger itu sebenernya mudah, syaratnya Cuma dua: suka melakukan perjalanan dan menuliskan catatan perjalanan. Udah itu aja gaes. Tapi, kata Mba Donna,

“Tidak semua traveler atau pejalan menuliskan catatan perjalanannya dan tidak semua penulis melakukan perjalanan”.

Membuat catatan perjalanan ini yang biasanya tidak semua orang lakukan, susah-susah gampang sih. Kalau yang gak biasa bisa jadi ribet, gak mau repot harus bawa buku catatan atau lagi asyik-asyiknya menikmati pemandangan tapi tangan mesti bikin catatan.

Tapi, disinilah letak perbedaan antara seorang traveler biasa dengan travel blogger. Kalau kamu menjadikan travel bloger sebagai profesi, maka menulis catatan perjalanan menjad hal wajib yang harus kamu lakukan. Sebab, jika ada perusahaan atau lembaga yang membiayai perjalanan kita, sudah pasti mereka menuntut hal satu ini. Selain itu, catatan perjalanan yang kita buat juga jadi bahan laporan dan informasi bagi orang lain yang membaca. Tulisan yang kita buat dan kita bagikan di media sosial nantinya akan menambah nilai informasi dan daya tarik pengunjung ke suatu tempat.

Blog adalah salah satu fasilitas yang bisa kita manfaatkan untuk mengabadikan setiap pengalaman perjalanan kita. Blog menjadi dokumentasi bisu kita sehingga suatu saat orang lain bisa membacanya. Makanya disebut ‘travel blogging’ karena menggunakan web log atau blog sebagai media menulis.

Manfaat Menjadi Travel Blogging

Berbagai manfaat bisa kita dapatkan ketika menjadi seorang travel blogger. Tidak hanya berupa liburan untuk diri sendiri tapi juga orang lain. Beberapa manfaat yang disampaikan Mba Donna, yaitu:

  • Sebagai rekam jejak dalam hidup.
  • Berbagi informasi dan ide.
  • Menciptakan jejaring dan menjalin relasi.
  • Sebagai media prommosi dan edukasi.
  • Sumber pendapatan, bagi yang menjadikan kegiatan ini sebagai profesi. Biasanya berkaitan dengan job review, launching produk dan jasa, lomba atau giveaway, dll.
  • Jalan-jalan gratis, mulai dari free biaya akomodasi, tiket perjalanan, sampai uang saku.

Menarik, bukan!?

Mba Donna yang juga merupakan pendiri Ayo Pelesiran ini membagi tips kepada kami peserta yang hadir, apa saja yang perlu disiapkan jika ingin menekuni profesi sebagai travel blogger.

1.    Tentukan tujuan
Traveling harus punya tujuan supaya perjalanan yang kita lakukan jelas dan lebih terarah. Apakah perjalanan yang kita lakukan ini sebagai ajang penjelajahan, belajar, promosi produk atau jasa, atau sekedar liburan. Dengan begitu, akan lebih efisien dan gak buang-buang waktu.

2.   Buat skenario tulisan untuk dijadikan outline

3.   Riset
Cari informasi sebanyak mungkin tentang tempat, kota atau negara yang akan kita kunjungi. Hal ini membantu memberikan sudut pandang tulisan yang nanti akan ditulis, meliputi budaya, heritage, kuliner, atraksi wisata, human interest, dan keindahan alam.

4.   Miliki rencana perjalanan/itinerary

5.   Periksakan kesehatan atau kosultasi ke dokter
Pastikan tubuh kita sehat dan fit sebelum melakukan perjalanan, terutama perjalanan jauh atau kondisi alam yang sulit atau perbedaan cuaca yang ekstrim.

6.    Asuransikan diri
Mengasuransikan diri ini penting juga loh kalau kita menjadikan travel blogging sebagai profesi, na’udzubillah seandainya terjadi hal-hal yang sifatnya berat menimpa diri kita, seperti kecelakaan atau meninggal.

7.    Ambil gambar sebanyak mungkin, dan kaitkan dengan angel tulisan
Jangan ragu untuk memotret setiap kegiatan yang dilakukan selama traveling, gambar yang banyak bisa disortir nantinya. Pastikan kamera yang digunakan cukup batere dan memori. Jangan sampe pas lagi asyik moto kamera mati, ini rugi sekali, karena gambar membantu menguatkan laporan perjalanan dan akan menguatkan tulisan kita.

8.   Mengumpulkan sebanyak mungkin materi untuk bahan menulis
Pada saat traveling jangan ragu untuk melakukan wawancara, gunakan pedoman 5W+1H. Wawancara membantu kita mendapatkan informasi yang lebih jelas, unik dan inspiratif yang tidak bisa kita dapatkan dari sekedar melihat sekitar.

9.   Pertajam semua indera
Pertajam indera kita, baik penglihatan, pendengaran, penciuman, sampai indera perasa. Misal saja, kita berkunjung ke suatu tempat dan mencicipi makanan khas di daerah tersebut, maka indera perasa kita harus bisa merasakan lebih peka seperti apa rasa makanan yang kita icip. Hal itu sebagai modal data untuk ditulis di laporan.

10. Mencicil tulisan meskipun traveling belum selesai

11.  Setelah membuat tulisan lengkap, jangan lupa untuk men-share di blog
   Bagikan juga di media sosial lain yang kita punya, baik Facebook, Instagram,  dan media sosial lainnya.

Masih tetap bingung gimana cara memulainya? Tenang aja, Mba Donna ngasih tips lagi nih buat kita kalau masih bingung.

  • Langkahkan kakimu keluar rumah, tak harus jauh dan tak harus mahal.
  • Berlatih memotret dan berbicara atau wawancara.
  • Mulai membuat catatan kecil.
  • Posting di media sosial.
  • Posting di blog. Blog tak harus ber-domain pribadi, manfaatkan yang gratisan.

Setelah membaca tips-tips di atas, semoga kamu yang masih ragu kini semakin mantap menjadi travel blogger. So, jaga semangat untuk terus menjelajahi berbagai tempat dan pastikan untuk menulisnya ya!

Tempat berlangsungnya acara di Tranz Eat Lt. 3, Jl. Margonda Raya

Beberapa peserta yang mengajukan pertanyaan


Foto bareng Mba Donna :)


Untuk mengenal lebih jauh sosok Donna Imelda, hubungi di:
Facebook : Donna Imelda
Instagram : donnaimelda / ayopelesiran
Twitter : @donnaimelda / @AyoPelesiran
Email : donna.imelda@yahoo.com
Telp : 0811  1111 505


17 komentar:

  1. Wah bagus banget mba tips nya. Selain traveling kita juga harus bikin laporan perjalanan juga semoga bermanfaat dan menginspirasi banyak orang.

    nurazizahkim.blogspot.com

    BalasHapus
  2. Paling suka baca blog itu soal travel. Traveler blogger itu selalu berbagi informasi ttg tempat2 yang akan kita kunjungi,

    BalasHapus
  3. Poin ke 10 itu sulit kulakukan. Kalau lagi traveling kayaknya pengen banget menikmatinya tanpa urusan menulis. Nggak boleh ditiru nih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ribet ya mba, tapi kalo udah biasa pasti gak ya

      Hapus
  4. Saya lebih semangat menulis perjalanan jadinya...thanks yaa Mbak sharingnya, bermanfaat banget! Bookmark!

    BalasHapus
  5. Jadi inget kalo masih banyak draft postingan jalan-jalan yang belom selesai diedit. Duuhhh mbak Donna... >.<

    BalasHapus
  6. enak juga kalau bisa jadi travel blogger.. bisa menjumpai tempat2 baru, dan juga menyalurkan hobby menulis kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, cita cita para blogger yaa

      Hapus
  7. tipsnya keren
    makasih mbak sudah di ulas

    BalasHapus
  8. Siapa tau tulisan perjalanan juga bisa bermanfaat ya untuk orang lain

    BalasHapus