Jumat, 20 Oktober 2017

Parung, Kawasan Segitiga Emas di Pinggir Kabupaten Bogor

Mendengar kata 'Parung' apa yang terlintas dalam benakmu? Daerahnya panas, pasar becek, truk besar, macet, dan pohon jublek.  Yups, selintas beberapa hal itulah yang bisa diidentikkan dengan Parung. Terutama Parung is Pohon Jublek. 

Pohon Jubek yang sangat iconic bagi Parung



Parung adalah salah satu wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. Daerahnya berbatasan langsung dengan wilayah Bojongsari (Depok) yang merupakan daerah pemekaran dari Kecamatan Sawangan.

Parung dikenal juga dengan kawasan segitiga emas, karena Parung merupakan titik pertemuan jalur perlintasan dari 3 daerah, yaitu Tangerang (via Gunungsindur), dari Bogor, dan dari Depok. Sehingga, kondisi lalu lintas Parung ini sangat ramai bahkan bisa sangat padat alias macet pada waktu-waktu tertentu. Jadi, jangan kaget ketika kamu melintasi wilayah ini maka akan beriringan dengan truk-truk besar yang berasal dari Bogor atau Tangerang dan sebaliknya. Sehingga, kondisi strategis inilah yang membuat Parung seakan beruntung dan dijuluki 'segitiga emas'.

Parung berbatasan langsung dengan Kota Depok, akses lalu lintas dengan sangat mudah dicapai oleh warga jika mau pergi ke daerah kota seperti Jakarta atau Tangerang. Maka dari itu, meskipun Parung termasuk ke dalam wilayah sunda tapi warga masyarakatnya gak dominan berbicara bahasa sunda karena pengaruh ke-kota-an yang cukup kuat. Meski begitu, di beberapa desa kondisinya masih sangat memprihatinkan, misalnya rumah warga masih ada yang menggunakan bilik bambu, belum tersedianya tempat pembuangan layak untuk kotoran atau septic tank, dan sebagian masyarakat masih belum 'melek' pendidikan.

Oya, FYI pernah juga beredar kabar, Parung pernah disunting oleh wilayah Depok agar mau bergabung, namun gak sampai terwujud menyatu karena mendapat penolakan dari pihak-pihak terkait. Sayang juga ya, kalau misal jadi bergabung mungkin saja desa-desa yang masih belum tersentuh dengan pembaharuan bisa lebih baik kondisinya. Bukan berarti saya menjudge jelek kerja aparat pemerintah Kab. Bogor, hanya saja coba mari pikirkan, dengan APBD sekian yang harus dibagi ke 40 kecamatan, maka perlu legowo dari warga kalau desa-nya belum diperbaiki lebih cepat. Selain membutuhkan dana yang gak sedikit tentu saja waktu yang gak sebentar agar pembaharuan terjadi merata di semua wilayah kecamatan.

Parung sudah seperti rumah kedua bagi saya setelah Sawangan tentu saja. Bahkan, saking seringnya bolak-balik Parung, teman-teman semasa kuliah lebih mengenal saya sebagai orang Parung daripada orang Depok. Karena memang sejak tahun 2006 saya memutuskan melanjutkan sekolah menengah atas di Parung tepatnya di SMA Negeri 1 Parung yang terkenal dengan nama Nevar 17. Kemudian, pada saat yang sama saya aktif dalam kegiatan kepramukaan, dan mengajar di sebuah sekolah menengah kejuruan sejak tahun 2012 (hingga saat ini), sehingga mobilitas 80% ada di wilayah ini.

Malahan, karena aktif dalam kepramukaan saya jadi hafal 27 sekolah dasar negeri yang ada di Parung termasuk beberapa sekolah menengah pertama-nya. Hahaha. Ini karena saat itu saya harus menyampaikan undangan kegiatan yang ditujukan kepada kepala-kepala sekolah, jadilah didatengin satu-satu sekolahnya.

Terhitung sejak 2006 hingga 2017 saat inilah, kurang lebih 10 tahun wilayah Parung sudah mendarah daging pada diri saya. Termasuk informasi beberapa perkembangan yang terjadi pada wilayah ini, mulai dari gak punya tempat hengout sampai akhirnya sekarang berdiri megah sebuah mal di Parung. 

Bak seorang perempuan yang beranjak dewasa, kini Parung pun demikian sama halnya semakin membenahi diri dan menambah berbagai fasilitas yang semakin memudahkan masyarakat di sekitarnya. Saya pribadi gak menyangka Parung akan seperti sekarang. Perkembangannya terasa lebih cepat dibanding wilayah kecamatan lain yang ada disekitarnya.

Nah, berikut ini ada 15 tempat yang saya rangkum dan membuat Parung menjadi lebih baik seperti saat ini.

1. Kantor Kecamatan Baru

Betul. Kantor Kecamatan Parung sekarang sudah pindah ke gedung baru yang lebih megah dan luas areanya. Sebelum pindah, kantornya berada di pinggir jalan berada di sebelah kanan setelah kantor kepolisian. Bicara akses, memang lebih mudah dijangkau dan strategis posisi kantor kecamatan yang lama.

Sebab kantor kecamatan yang baru sekarang berada di Desa Waru Jaya tepatnya di Jl. Raden Demang Arya. Untuk bisa sampai ke Jl. Raden Demang Arya ini, warga di luar Desa Waru Jaya harus menaiki angkot 1 kali dan harus berjalan kaki lumayan jauh atau bisa lebih praktis ditempuh dengan naik ojek atau mengendarai kendaraan pribadi kurang lebih 5-7 menit.

Gedung lama Kecamatan Parung
Gedung baru Kecamatan Parung

2. Kantor Kepolisian (Polsek) dan Koramil

Sebagai sebuah teritori, tentu saja Kantor Polsek dan Koramil merupakan satuan pelengkap yang harus ada dalam suatu wilayah kecamatan. Secara nyata, dua kantor ini tidak banyak perubahan yang drastis sejak saya SMA dulu sampai saat ini. Posisinya berjajar dengan kantor kecamatan lama, dekat dengan Masjid Parung.

3. Masjid Parung (Marisa - Masjid Besar Riyadhus Sholihin)

Marisa atau Masjid Parung yang lebih akrab disebut oleh warga sekitar adalah pusat ibadah bagi orang muslim di sekitar Parung. Posisinya yang strategis dan sangat nyaman ini menjadi tempat singgah bagi pengguna jalan yang mau sholat atau sekedar istirahat. Saya biasanya menjadikannya sebagai meet point karena mudah dikenali oleh siapaun.

Kalau kamu ke Parung pasti melewati sebuah masjid besar yang saat ini sedang di renovasi. Sayangnya saya gak punya foto Masjid Parung yang lama, hehehe. Sekarang, masjidnya lebih besar dan terlihat lebih megah.

Masjid Parung yang sedang di renovasi.

4. Mal Parung

Yups. Parung sekarang punya mal, loh. Warga Parung dan sekitarnya sekarang gak perlu jauh-jauh ke Depok kalau mau sekedar cuci mata atau shopping. Di Mal Parung ini meliputi Ramayana Dep. Store, Spare Mart, KFC, dan lain sebagainya termasuk arena bermain namanya ZONA 2000. Cuma bioskop yang belum ada, padahal kalau ada saya yakin bakal rame terus tuh. Hahaha. Bahkan kalau kamu lihat, kondisinya bakal kontras banget dengan Masjid Parung yang tepat berada di seberangnya. Apalagi musim mau lebaran, masjid sepi, mal rame. Hihi
Mal Parung, lebih kurang 4 tahun berdiri.

5. Pool Bis Antar Kota Antar Propinsi (AKAP)

Selain mal, sekarang Parung punya pool bis AKAP. Jadi, makin mudah kalau warga mau mudik ke kampung atau yang dari kampung mau ke Parung dan sekitarnya. Seenggaknya, lebih hemat jarak gak perlu ke Baranangsiang atau ke Depok. Asal pastikan tempat turunnya saja ini mah.



6. Puskesmas dan Rumah Bersalin 24 Jam

Puskesmas 24 jam ini sudah cukup lama beroperasi loh. Kalau dulu gedungnya terkesan gak bagus dan terawat sekarang sudah ukup baik dan nyaman. Bahkan, orang-orang Sawangan pun sempat ada yang dirawat inap di Puskesmas Parung waktu itu RSUD Depok coret belum ada.



7. Pasar Raya Metro

Pasar Raya Metro ini isinya lebih ke kebutuhan fashion, teknologi, perhiasan, kecantikan dan kesehatan. Mulai dari deretan toko baju, sandal dan sepatu, mini mart (AA Swalayan), toko perhiasan, toko obat dan aat-alat kecantikan, sampai toko olahraga. Jadi memang terpisah dari pasar tradisional. Biasanya orang-orang yang mau belanja ke pasar tradisional memilih parkir motor di Metro, berjam-jam cuma dua rebu. Haha



8. Pasar Tohaga (Pasar Modern-Tradisional)

Pasar Tohaga adalah pasar tradisional baru yang sekarang punya gedung khusus. Mendengar kabar, Pasar Tohaga ini harusnya menjadi pusat pasar tradisional di Parung dengan konsep baru yang lebih modern. Namun, masih banyak pedagang yang tidak mau pindah ke gedung yang sudah selesai pembangunannya itu dikarenakan sewa ruko yang terbilang mahal per tahunnya.

Saya juga kurang tahu berapa harga sewa pastinya. Hanya saja, saat pembangunan gedung Pasar Tohaga kalau saya gak salah ingat sempat mendapat penolakan. Tapi, toh sekarang tetap berjalan dan gedungnya pun sudah diisi oleh pedagang-pedagang meski tidak semua.

Bicara tentang pasar tradisional, Pasar Parung ini terbilang pasar yang cukup lengkap kata babeh saya. Iya, misalnya aja Lengkio, ini adanya di Parung, kata babeh dan ibu-ibu di Pasar Depok gak ada nih sayur jenis ini. Lengkio biasanya dipakai saat musim muludan (bulan maulid nabi) tiba.


9. Pasar UKM Jalan Lurah Wira

Di pasar ini banyak tersedia mulai dari kuliner sampai urusan fashion. Seperti namanya lokasinya berada di sepanjang jalan tersebut, hampir di setiap rumah ada yang berjualan atau membangun sendiri ruko. Barang-barang yang dijualseperti ebutuhan fashion, aksesoris seperti jam tangan, sepatudan sandal, kedai makanan dan minuman, dan masih banyak lagi.


10. Pusat Per-Bank-an

Salah satu dari sekian fasilitas baru, Bank termasuk salah satunya. Sekarang, sudah cukup mendukung bagi warga yang mau membuka rekening dengan berbagai pilihan bank. Ada BCA, BJB, BTN, Mandiri dan BRI. 

Untuk BRI bahkan ada dua tempat, satu di dekat pool bis AKAP dan satunya berada di dekat Pertokoan ATC. Sedangkan, BJB dan BCA letaknya tepat di seberang Pasar Raya Metro dan untuk Bank BTN, letaknya di ruko dekat pohon jublek.



11. Sekolah Negeri dan Swasta

Parung memiliki cukup banyak pilihan sekolah dasar negeri, ada sekitar 27 sekolah SD dan untuk SMP kalau saya tidak salah hitung tidak lebih dari 10 lokasi., malah sekarang sudah ada SMPN 2 Parung yang lokasinya di Desa Jabon. Sedangkan SMA, untuk negeri hanya ada satu-satunya loh, tempat dulu saya sekolah yaitu SMAN 1 Parung. Hehehe. Sedangkan sekolah sederajatnya ada sekitar 6 lokasi termasuk sekolah berasrama yang cukup bonafit yaitu SMA Dwiwarna.

Selain sekolah, di Parung juga terdapat madrasah. Salah satu madrasah yang cukup banyak diburu untuk daerah Parung termasuk dari Sawangan yaitu MTs Negeri Parung yang kini telah berganti nama menjadi MTS Negeri 1 Bogor. Keren! Selain itu, ada juga MI Negeri Parung, yang merupakan salah dua dari MIN yang hanya ada 2 buah di Kabupaten Bogor yaitu MIN Leuwisadeng.

12. Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman (Pesantren Habib Sagaf)

Ponpes Habib Sagaf, sebutan yang lebih familiar ini cukup fenomenal dan membuat nama Parung terangkat. Pasalnya, pondok pesantren ini merupakan ponpes yang santri-santrinya berasal dari penjuru nusantara baik dari Sabang sampai Merauke.

And do you know, santrinya tidak dipungut biaya selama mondok di sini alias gratis loh dan yang emezing itu jumlah santrinya mencapai ribuan. Masya Allah. Saking banyaknya jumlah santri, dalam mengelola roda perekonomian ponpes selain dari sumbangan para donatur, santri-santrinya dilatih menjadi wirausahawan, mulai dari wirausaha pembuatan roti, percetakan, produksi air mineral, bercocok tanam, sampai usaha pengolahan limbah sampah dan kotoran. Keren ya! Selain itu, yang juga fenomenal adalah adanya mushaf Al-Qur'an berukuran raksasa dan hal ini sempat diberitakan oleh media nasional alias masuk liputan tivi.

Pondok Pesantren yang satuan pendidikannya mulai  dari SD-Perguruan Tinggi dan berada di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional ini juga pernah menjadi tempat berlangsungnya Musyawarah Nasional Partai Kebangkitan Bangsa yang mana saat itu masih di pegang oleh alm. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Ada juga yang unik dari Ponpes Habib Sagaf ini, yaitu acara musiman "nikah massal". Jadi, antar santri melakukan pernikahan dengan cara dijodohkan melalui sang ustadz. Biasanya pas acara wisuda akhir tahun dan ini bisa bikin macet jalan raya loh, soalnya banyak bis-bis besar yang mengantar kedatangan para wali santri ke ponpes.

Kalau kamu penasaran sama ponpes ini, kamu bisa melakukan kunjungan dan tidak dipungut biaya samsek alias sama sekali, mereka dengan sangat terbuka menerima setiap tamu yang datang asal ketika berkunjung kamu wajib memakai pakaian muslim. Lokasi pondok berada di Jl. Waru Jaya tepatnya satu jalur dengan SMAN 1 Parung.

13. Warabal alias Warung Baca Lebak Wangi

Seperti namanya warabal atau warung baca, tempat ini merupakan sebuah perpustakaan. Perpustakaan milik Ibu Kiswanti (kalau saya tidak salah ingat namanya) ini salah satu spot kunjungan paporit yang bisa mengedukasi setiap pengunjung yang datang. Lokasi Warabal ini berada di Lebak Wangi Parung.

14. Kebun Hidroponik

Kebun hidroponik ini merupakan sebuah kebun dengan sistem tanam menggunakan air sebagai media tanamnya. Kebun milik seorang Bapak yang sudah cukup sepuh ini awalnya didirikan bersama mahasiswanya dari IPB. Selain jenis sayuran yang ada di kebun ini ada juga tanaman hias seperti anggrek. Lokasi kebun hidroponik berada tepat di pinggir jalan menuju Lebak Wangi. Tempat ini juga biasanya mengadakan workshop cara bercocok tanam dengan sistem hidroponik.

15. Tempat Kuliner dan Wisata Lain

Yuhu, sekarang sudah banyak tempat kuliner yang bisa dibilang instagramable di Parung. Ada Mie Rampok yang mengusung tema penjara, Baso Titoti, Lembur Kuring, Roti Bakar 17, Chicken Lab (Wadja Cafe), Mie Ayam Open, dan yang terbaru ada Ayam Geprek Bensu, gak perlu jauh-jauh ke Margonda Depok nih. Hahaha. Selain tempat kuliner, tempat wisata lainnya seperti Arena Outbond Sapa Dia di Lebak Wangi dan Arena berenang Kampung Pelangi di Desa Binong.

Baca juga: I Am (Ayam) Geprek Bensu Kini Ada di Parung

Ternyata banyak juga sampai 15 tempat yang saya rangkum. Tapi itu masih sebagian kecil ya, jadi masih banyak tempat-tempat yang menopang parung menjadi 'berdaya' seperti sekarang.


Orang Parung atau kamu yang lagi baca tulisan ini, ada yang mau nambahin? 

Share Yuk. 

33 komentar:

  1. Kemarin aku coba naik kereta untuk pertama kalinya ... Dan memilih stasiun Parung untuk Samapi di Cikupa. Asli enak juga ya naik kereta hahhaha,,, stasiun nya juga bersih dan luas... Serasa dimana gt mbak hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang diparung ada stasiun kereta?kalo ada udah dari orok gua nebeng kereta:v

      Hapus
    2. Emang diparung ada stasiun kereta?kalo ada udah dari orok gua nebeng kereta:v

      Hapus
    3. Itu mah parung panjang kali wkwk

      Hapus
    4. Itu beda daerah mba hehehe
      Itu stasiun parung panjang hehehe

      Hapus
    5. Stasiun parung dimana mba?

      Hapus
    6. Kalo tu Parung panjang mbak, lain lagi...ini Parung Bogor dan Gak dilintasi kereta...

      Hapus
    7. Mav Mba parung mana yaa yg ada stasiun nya??
      Parung gk punya stasiun ada nya terminal ajjah...

      Hapus
    8. Hihi, Mba Sarah, itu Parung Panjang. Kalau Parung belum ada stasiun kereta nih.

      Hapus
  2. Ada 20 Madrasah Ibtidaiyah 19 swasta dan 1 negeri, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, yang peran nya tidak bisa di nafikan dalam mendidik karakter anak anak ibu pertiwi di belantara perparungan .... :)

    BalasHapus
  3. sayangnya seakan2 pemerintah kab bogor tidak ada kerjanya,jalan2 rusak, masih banyak desa yang tertinggal.



    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang harus sabar ya, nunggu kebagian diperbaiki, semoga Parung jd prioritas pemkan bogor

      Hapus
  4. Coba aja parung punya stasiun yah 😂 jadi ga perlu ke bogor/depok/tangerang untuk cari stasiun terdekat

    BalasHapus
    Balasan
    1. ciyee yang keluar jauh terus tapi males bawa motor... wkwkwkwk

      Hapus
    2. Semoga kelak ada ya Mba :)

      Hapus
  5. Alumni parung juga wkwkwkw, cuman sekarang parung udah ga tahan panas sama macetnya mel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya panas banget, makin banyak perumahan, pohon2 makin jarang

      Hapus
  6. Ini yg nulis temen sma gw kayaknya :)

    BalasHapus
  7. Wah, aku tinggal di Depok, main ke parung karena dulu sekolah di daerah Sawangan, dan mentok di MCD parung doang. Hehehe... Ternyata banyak kulinernya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, sekolah dimana nih Mas. Aku kan orang Sawangan asli mah :D. Iya loh kuliner banyak di Parung

      Hapus
  8. Fyi, parung disebut sebagai rumah santri dan sebagai wilayah yang menitik beratkan sekolah agama dan pesantren untuk anak-anak. Salah satu nya madrasah tsanawiyah negeri 1 bogor yang dulu disebut sebagai mtsn parung. Dan banyak pesantren disekitarnya. Parung keren !

    BalasHapus
  9. Parung disebut sebagai daerah yang banyak santri dan didukung sekolah agama yang banyak . Salah satu nya mtsn 1 bogor yang dulu namanya mtsn parung. Pesantren juga gak kalah keren. Parung keren !

    BalasHapus
  10. Ada tempat outbond dekat pasar Parung, bakso Titoti

    BalasHapus
  11. Keren orang parung berkreasi 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orang Parung numpang lewat sih, hehe. Asli mah Sawangan saya

      Hapus
  12. gue pernah tinggal di parung 7 tahun tepatnya di daerah lebak wangi...jd kangen parung jalan2 tikus nya ampe gue hafal...hehe

    BalasHapus
  13. regalia anindya31 Oktober 2017 20.23

    klo saya dlu tglny d Perum IKOPAD yg jalanny bgs bgd tu😅😅😅 tpi stelh nikah pndh k cibinong.klo ortu n ade2 msh d parung inkopad.
    i love parung..masa kecilku d hbiskn d parung..seneng bgd klo dh maen k psar parug..kompliit pliit pliit...smua serba ada 😊ga prnh lpa sma BAKSO 99.
    legend bgd d psr parug 😘

    BalasHapus