Senin, 31 Juli 2017

Pantai Penyu Ujung Genteng, Panorama Alam Sukabumi Yang Menyihir Mata

Pantai Penyu, Ujung Genteng Sukabumi, Jawa Barat. (Dok. Pribadi)


Zama sekarang, jalan-jalan atau bahasa kekinian sekarang "travelling" sudah jadi hal yang lumrah dan menjadi impian bagi setiap orang, baik jalan-jalan ke tempat wisata luar negeri atau di dalam negeri. Trus, tak sedikit yang memimpikan untuk bisa
Jalan-jalan ke luar negeri. Trus, salah kalau punya impian jalan-jalan ke luar negeri? Tentu saja tidak, karena itu hak setiap warga. Kalau saya pribadi punya impian bisa jalan-jalan di negeri sendiri -yang tak habis dihitung satu-satu saking banyaknya- sebelum bisa pergi ke negeri orang.

Omong-omong tentang jalan-jalan, ini cerita jalan-jalan saya bersama suami juga anak pertama saya Anin Dhifah ke Sukabumi, tepatnya ke Pantai Ujung Genteng dan sekitarnya, bulan Juli tahun 2015 silam. Jalan-jalan ini termasuk momen yang tak bisa saya lupakan, karena pertama kalinya jalan-jalan bawa anak yang belum genap 2 tahun usianya dengan jarak tempuh yang lumayan lama. Hampir 12 jam. 

Selain keluarga kecil kami, turut juga 4 orang teman-teman suami yang juga sudah saya anggap seperti teman saya sendiri. Jadilah cuma saya dan Dhifah kaum perempuannya. Hihihi. Tak apalah, asal ada suami pastinya ya.

Berangkat dengan mobil, kami memutuskan pergi saat dini hari dengan harapan sampai di lokasi tujuan hari masih pagi atau menjelang siang. Pukul 01.00 mobil pun melaju dengan lancar, sayangnya selama perjalanan saya tertidur dan baru sadar pas sudah masuk area Sukabumi, kalau tidak salah daerah Cisaat, pun karena saat itu sudah masuk waktu solat subuh sehingga kami berhenti untuk rehat sekaligus sholat subuh di suatu masjid di pinggir jalan.

Saya jadi berpikir sejenak saat itu, ini kok lama banget sampainya ya, duduk udah gak karuan karena badan sudah pegal-pegal. Iseng-iseng tanya salah satu warga  yang saat itu ikut sholat jama'ah, kalau ke Ujung Genteng masih 4-5 jam lagi katanya. Wow, jauh ya padahal Sukabumi sebelahan sama Kabupaten Bogor. Hahaha, nikmatin aja.

Sebelum melanjutkan perjalanan, mobil yang kami kendarai salah satu ban-nya bocor. Mau tak mau harus mencari bengkel untuk nambal. Jadilah, suami dan bang Rozi (yang menyupir) mencari bengkel, sedangkan saya dan yang lain menunggu di masjid sembari istirahat. Agak sulit mendapatkan bengkel yang sudah buka di wilayah yang masih terbilang kampung, sedangkan pagi itu masih pukul 05.30 dan matahari juga belum muncul.

Lumayan lama menunggu mereka yang masih nambal ban dan 1,5 jam berlalu mereka akhirnya kembali. Suami bilang, susah sekali nemuin bengkel yang udah buka, sekalipun ada masih tutup. Itu pun, akhirnya memaksa membangunkan si empunya bengkel yang masih tidur. Hahaha.

Mobil sudah siap kembali, perjalanan pun kami lanjutkan. Sepanjang perjalanan kami disajikan dengan pemandangan yang indah, pohon-pohon bahkan jurang. Tapi, ada satu area dimana samping kanan dan kiri jalan adalah kebun teh. Wah, pokoknya adem macam di Puncak, Bogor, karena diselimuti kabut juga.

Tak terasa, perjalanan sudah 2 jam dan jarum jam menunjukkan pukul sembilan pagi, kami memutuskan mencari tempat makan sambil istirahat sarapan (yang kesiangan) sekaligus mengobati teman yang minta dikerokin karena masuk angin.

Istirahat sarapan di warung pinggir jalan.


Lepas makan kami bergegas melanjutkan perjalanan. Sebenarnya semua yang ikut udah tak sabar untuk sampai karena rasanya perjalanan benar-benar lamaaa, belum lagi di sepanjang perjalanan pemandangan yang terbentang itu jurang dalam yang siap melahap kami. Duh, jangan sampai jatuh deh. Lihatnya juga ngeri.

Akhirnya, pemandangan perjalanan berganti dengan pohon-pohon kelapa dan tanah berpasir ditambah suasana yang gersang. Nah, pertanda bahwa tujuan sudah di depan mata nih. Asyiiik.

Kurang lebih pukul 11.30 kami sampai di lokasi tujuan di Pantai Ujung Genteng. Alhamdulillah, meski perjalanan lumayan lama dengan kondisi jalan di beberapa titik masih kurang layak alias belum diaspal tapi semua masih dalam kondisi baik. Untuk masuk ke lokasi, waktu itu dikenai tarif /kepala Rp 15.000,- .

Belum berhenti di situ, meski sudah di Pantai Ujung Genteng, ternyata tak langsung mau turun, sang supir masih terus menginjak gas. Aduh Gusti, udah lelah sangat rasanya badan berjam-jam di mobil, meski begitu bersyukur Dhifah anteng selama perjalanan. Tapi, tetap aja badan sendiri jadi "rewel" karena kelamaan duduk.

Mobil terus melaju melewati jalan berbatu dan sampailah kami di sebuah bangunan luas yang ternyata itu adalah sebuah balai penelitian penyu, ditandai dengan patung besar seekor penyu di bagian atas bangunan. Sayangnya, saya lupa mengambil gambar gedung balai. Masuk ke daerah pantai ini saat di gerbang kami dikenai biaya /kepala Rp 5.000,- .

Dari situ, kami menuju sebuah pantai tempat penyu-penyu dilepas. Sayangnya, hari itu adalah hari minggu, menurut petugas pelepasan biasanya dilakukan di hari biasa selain minggu. Ah, tak apalah gumam saya. Saya penasaran dengan pantainya, karena petugas bilang pantainya sangat bagus. Ah, penasaran kaaan jadinya.

Nah, untuk sampai ke Pantai Penyu, kita harus berjalan kurang lebih 1-2 km saja, jadi mobil harus diparkir di area semacam kebun yang dijadikan lahan parkir dan tempat istirahat pengunjung yang mau ke pantai. Setelah itu kita akan disuguhkan dengan pemandangan yang sekejap bisa menyihir mata. 

Track jalan setapak menuju Pantai Penyu


Setelah keluar dari jalan setapak, maka akan muncul pemandangan ini sejauh mata memandang

Seketika melihatnya bibir ini langsung berucap "Ya Allah, indah banget!". Serasa ada di gurun pasir macam Gurun Sahara! Hahaha, padahal mah belum pernah kesana juga.

Belum selesai takjub dengan hamparan pasir bersihnya, mata langsung disuguhkan dengan pantai biru yang bersih seperti pada foto di awal tulisan ini, dilengkapi dengan deburan ombak saat pandangan kita tolehkan ke kiri. Sebaliknya, jika kita menoleh ke kanan, kita disuguhkan dengan danau yang cukup luas. Entah air nya asin atau tidak, saya tidak sempat merasakan. Udah kepalang kagum sama pasir pantai dan lautnya. Meskipun berjama-jam makan waktu di jalan, tapi asli saya tak menyesal bisa datang ke tempat ini. Keren!


Takjub. Pasir menjadi sekat antara laut dengan danau di seberangnya


Ini pulau yang dari jauh terlihat saat baru ,muncul dari arah jalan masuk pantai



Setelah puas memandangi laut dan menikmati angin segar. Bergegas kami kembali ke parkiran mobil. Sudah tengah hari dan belum melaksanakan sholat zuhur, sambil mencari penginapan.

Penginapan kami pilih yang dekat dengan area pantai, supaya lebih mudah kalau mau nyebur ke laut. Hahaha. Kali ini kami pilih penginapan di dekat Pantai Ujung Genteng-nya, alhamdulillah dapat penginapan dengan harga Rp 150.000,-/malam dengan fasilitas 1 kamar dengan 1 kasur, 1 kamar mandi, dan semacam ruang tamu tapi tanpa bangku dan meja. Karena hanya saya kaum perempuannya dan membawa bayi, tentu saja yang lain mengalah. Kamar diberikan ke saya dan teman-teman rela tidur di ruang tamu. 

Tampak luar penginapan

Berbeda dengan Pantai Penyu yang indah laut dan ombaknya, Pantai Ujung Genteng tidak bisa seenaknya mandi atau main-main air, karena ternyata banyak karangnya saudara-saudara. Hahaha, yah sayang banget. Jadi, kami hanya bisa jalan-jalan pelan sambil sesekali memperhatikan kerang, gurita kecil, dan teripang yang menyamarkan diri diantara batu karang, hampir tidak bisa dibedakan.






Senja tiba, saya pun tak menyia-nyiakan kesempatan mengambil suasana saat itu. Subhanallah, kesempatan yang pastinya tak bisa saya dapatkan di kota.





Setelah melihat beberapa foto lokasi tadi, saya yakin kamu pun berencana bisa jalan-jalan ke sini kaaan. Oya, selain family trip bisa juga berangkat dengan motor alias touring. Tapi, pastikan diri dan kendaraan yang kamu gunakan dalam kondisi prima. Sebab, jarak tempuh yang terbilang jauh ini membutuhkan konsentrasi dan tenaga ekstra. Sehingga, jalan-jalan bersama keluarga atau teman menjadi jalan-jalan yang berkesan dan bermakna.


Selamat jalan-jalan :)

 
Saat masih bertiga :)






26 komentar:

  1. Bagus banget. Terus, kayaknya sepi loh, ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Mba. Masih sepi, jadi bersih banget :)

      Hapus
  2. Cakeppp pantainyaa. Pantai masih sepi atau yg belum terkenal banget malah enak ya mba, bersihh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba, jadi masih terjaga kebersihannya.
      thanks udah mampir mba, salam kenal ya:)

      Hapus
  3. Wab..masih alami yaa Mbak Amelia..seger bangeett, bersiiih­čśŹ sayangnya jauh hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, asli cakep banget. Aku dr depok makan waktu hampir 12 jam gitu. Mba Dira dr manakah? Thanks ya udah mampir :)

      Hapus
  4. Jadi kangen ke pantai lagi. Udah lama banget gak ke pantai huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba Mba Ela,anak-anak pasti suka bgt :)

      Hapus
  5. Bagus nih Mbak..lumayan juga dari Jakarta. Btw, itu memang masih sepi gitu ya?..enak gitu! kalau terlalu ramai jadi nggak bisa nikmati pantainya..:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, sepi. Belum ramai bgt, pantainya biasa utk melepas anak penyu jadi steril bgt

      Hapus
  6. Wah aku waktu itu ke Ujung Genteng tapi nggk ke pantai penyu. Tapi kapok ke san, mba. Ujung banget. Hehheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, bener mba Al, jauhnya maksimal... Hhhhh

      Hapus
  7. Belum kesampaian main ke sini, pernah diajak ke sini sm teman tapi lagi ads urusan. Iti pemandangan senjanya indah banget yaa, MasyaAllah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya cakep bgt mba, makanya sayang kalo ga dipoto hehe. Salam kenal :)

      Hapus
  8. pasir dan lautnya masih bening, bikin kepingin ishhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mada pasti suka bgt mba, pan kapan coba mba aya ;)

      Hapus
  9. Pantainya terlihat masih asri ya, Teh, sepi nan bersih :)
    Jadi pengen berkunjung ke pantai penyu ujung. Kalau pantai itu bikin nyaman, apalagi untuk refers otak yang padat akan pekerjaan..he

    Salam kenal ya, Teh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pikiran fresh abis liat ini, banyak angin pula jd seger juga.

      Oya salam kenal juga :)

      Hapus
  10. Oalahhh ternyata di Pantai Ujung Genteng itu banyak karangnya ya mba. Banyak yang bilang kalau Ujung Genteng bagus banget soalnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, lokasi yg saya dapati itu banyak karangnya jd ga bs mandi deh. Ujung genteng itu nama daerah dan pantainya banyak mba.

      Makasi udah mampir :)

      Hapus
  11. Aku suka kalau lihat pantai yang bersih kayak gini. Pasirnya...aduh kalau bawa anak-anak pasti senang buat mainan disini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget mba, anak anak pasti suka bgt apalagi sambil main bola :D

      Hapus
  12. Sunsetnya indah banget hihi

    www.extraodiary.com

    BalasHapus
  13. Hehe saya setuju sama pernyataan kayak gurun pasir Mba :D

    BalasHapus