Rabu, 20 Oktober 2021

Optimalkan Tumbuh Kembang Anak dengan Cukup Nutrisi Seimbang

 

Memenuhi kebutuhan nutrisi untuk anak-anak adalah kewajiban kita sebagai orangtuanya, karena tentunya setiap orangtua menginginkan anak-anak yang tumbuh dan berkembang dengan sehat di setiap tahapan usia yang mereka jalani.


Menariknya, banyak sekali mitos-mitos yang masih berkembang di kalangan orangtua terutama ibu tentang asupan nutrisi bagi anak. Misalnya saja, kalau zaman dulu itu proses memberi makan atau yang kita kenal sebagai MPASI selalu diberikan sebelum usia 6 bulan alias setelah lahir, bayi akan diberikan makan berupa pisang atau biskuit. Padahal hal ini sangat berbahaya bagi si bayi, hingga bisa saja mengancam jiwa.

Bersyukurlah kita sebagai seorang ibu yang hidup di zaman sekarang, ketika sudah banyak jalan untuk mendapatkan informasi mengenai apapun, terutama untuk kebutuhan anak-anak kita. Mulai dari konsultasi secara online maupun mencari informasi di situs-situs yang membahas kesehatan maupun nutrisi.

Terlebih ketika anak pertama saya mengalami stuck berat badan selama 3 bulan di tahun 2015 panik dan khawatirnya saya sebagai ibunya sungguh bukan main. Padahal saat itu, sudah memberikan MPASI sesuai kebutuhannya. Namun, hati ibu mana yang tak sedih dan bingung, manakala anaknya mengalami masalah seperti ini, karena menyadari bahwa nutrisi berperan dalam membentuk tubuh seseorang.

Undernutrition atau kekurangan nutrisi adalah masalah umum secara global yang dapat memberi dampak kesehatan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Termasuk di Indonesia di mana lebih dari 1 dari setiap 4 anak mengalami stunting akibat kekurangan nutrisi. Kekurangan nutrisi meliputi berbagai permasalahan dalam pertumbuhan anak seperti: berat badan kurang atau underweight; tengkes atau stunting; wasting atau berat badan rendah jika dibandingkan dengan tinggi badan; serta defisiensi mikronutrisi. Jika tidak segera ditangani pada usia dini, kondisi ini dapat membawa konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki. Oleh sebab itu, intervensi pada rentang usia dini harus segera dilakukan untuk mencegah pertumbuhan yang terhambat, daya tahan tubuh yang rendah, dan perkembangan kognitif yang tidak optimal di masa depan.


Abbot Luncurkan Inovasi PediaSure Baru dan Dukung Optimalkan Pertumbuhan Anak


Pada masa kanak-kanak pertumbuhan terjadi secara sangat cepat, dan merupakan masa di mana asupan nutrisi yang tepat menjadi begitu penting. Maka tanggal 14 Oktober 2021, Abbott mengumumkan peluncuran solusi nutrisi anak, yakni PediaSure dengan formula baru yang mengandung Arginin dan Vitamin K2. Peluncuran ini menggarisbawahi komitmen Abbott dalam mendukung pertumbuhan nyata dan mengoptimalkan potensi pertumbuhan anak-anak Indonesia.

 



Menghadirkan 4 orang pembicara, yaitu:

· Dr. Jose Rodolfo Dimaano, Jr. - Medical Director for Abbott Nutrition Business in Pacific Asia

• Sherina Munaf - PediaSure Brand Ambassador

• Duma Riris Silalahi - Puteri Indonesia Lingkungan 2007, Mom of 2

• dr. Cut Nurul Hafifah, Sp. A (K) - Dokter ahli nutrisi anak

 

Berdasarkan penjelasan dr. Cut, bahwa 1000 Hari Pertama Kehidupan merupakan periode rentan karena tejadi pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat. Masa-masa ini justru masa yang penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak baik untuk pertumbuhan maupun perkembangan, terutama otaknya.


Mengapa dikatakan periode yang sangat penting selama 1000 HPK ini, karena sebagai modal penting tumbuh kembang anak, akan sangat berpengaruh baik jangka pendek maupun jangka Panjang. Misalnya saja, ketika nutrisi anak-anak ini diberikan secara asal-asalan, baik kurang maupun lebih, dampaknya sangat ada bagi fisik mereka seperti lebih rentan terkena risiko obesitas dini, diabetes, penyakit jantung, dll. Sedangkan dalam jangka panjang, sangat berpengaruh pada kehidupan masa depan anak-anak, misalnya saja gagal di sekolah, pendidikan rendah dan penghasilan rendah.

Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi yang baik akan dapat menstimulasi tumbuh kembang anak, risiko obesitas (kegemukan) maupun stunting (gagal tumbuh) bisa dicegah sejak dini. Di sinilah peran nutrisi sangat dibutuhkan dan menjadi faktor penting dalam mewujudkan Generasi Emas 2045 yang menjadi target capaian pemerintah.

Pemberian nutrisi yang cukup dimulai saat pemberian MPASI anak ketika sudah masuk dalam fase makan. Nutrisi yang diberikan harus seimbang pada saat MPASI dimulai di usia 6 bulan tersebut.  Kandungan MPASI harus memenuhi syarat gizi seimbang yang sudah disarankan oleh Kementerian Kesehatan, yaitu cukup mengandung sumber karbohidrat, protein, lemak, dan sayur atau buah dalam jumlah sedikit, termasuk tambahan susu. 


dr. Cut juga mengatakan untuk selalu timbang, ukur, dan plot ke kurva petumbuhan anak, sehingga dengan demikian pertumbuhan dan perkembangan anak terpantau dengan baik.

Ditambahkan pejelasan oleh dr. Jose, bahwa nutrisi memiliki peran sebanyak 60-80% dalam tumbuh kembang anak, sedangkan faktor keturunan hanya berperan sebanyak 20-40%, dalam menentukan pertumbuhan anak, misal apakah dia akan tumbuh tinggi atau pendek. dr. Jose juga menambahkan, tanpa persiapan nutrisi yang mapan dan cukup, anak-anak bisa mengalami defisit pertumbuhan permanen jika tidak diatasi sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan yang mereka jalani.



Formula Baru PediaSure, Lebih Lengkap dengan Arginin dan Vitamin K2


Selain tenaga ahli, ada juga Duma Riris Silalahi, seorang public figure sekaligus seorang ibu dari 2 orang anak. Duma mengatakan, pengalaman memberikan asupan ini menjadi momen yang berharga. Ketika anak-anak mereka memasuki tahapan MPASI, memberikan sumber-sumber nutrisi yang dibutuhkan, termasuk  memberikan PediaSure ketika anak-anaknya reweldsb,yang kini formulanya baru dan lengkap.

“Arginin adalah asam amino penting yang memainkan peran dalam pertumbuhan tinggi badan. Arginin memicu multiplikasi sel pada lempeng pertumbuhan tulang untuk membantu tulang tumbuh lebih panjang. Riset menemukan bahwa anak-anak dengan stunting memiliki level Arginin yang lebih rendah dalam darahnya jika dibandingkan dengan anak-anak biasa, dan asupan Arginin yang rendah diasosiasikan dengan pertumbuhan tinggi badan yang lebih lambat. Sedangkan Vitamin K2 adalah nutrisi penting yang membantu menyalurkan dan mengikat kalsium ke tulang dan pada akhirnya memicu pertumbuhan tulang yang kuat,” ungkap dr. Jose Dimaano Jr.

Selain Duma Riris, hadir juga Sherina Munaf yang menceritakan bagaimana pengalaman semasa kecil saat diberikan nutrisi oleh ibunya dan mengkonsumsi PediaSure, sehingga ia bisa menjalani aktivitas dan meraih passionnya seperti saat ini.


Dalam peluncuran formula baru ini, PediaSure juga meluncurkan sebuah alat pengukur tinggi badan dengan saran nutrisi online yang bertujuan untuk membantu orang tua dalam mengidentifikasi resiko masalah pertumbuhan pada anak dan mendorong intervensi nutrisi sejak dini.


Bersyukur bisa ikut webinar yang diselenggarakan oleh PediaSure, sehingga sebagai ibu mendapat pengetahuan tambahan mengenai nutrisi yang sangat penting bagi anak-anak. Infromasi lebih lengkap bagi Ibu yang ingin mengetahui peluncuran alat digital tersebut, rincian produk, bisa mengunjungi:

 

Website: www. pediasure.co.id

Intsgram: @pediasureindonesi

Facebook: Pediasure Indonesia