Selasa, 15 Agustus 2017

Pengalaman Tambal Gigi Laser

Pixabay.com

Sebagian orang hidup tanpa masalah dengan giginya, sebagian lagi gigi jadi masalah rutin yang sering dihadapi. Seperti saya, saya memiliki masalah gigi berlubang. Sayangnya, mungkin ini investasi masa kecil saya yang kurang rapi merawat kesehatan gigi. Walhasil, gigi sakit, lalu bolong dan solusinya adalah ditambal. Saya pribadi belum pernah cabut gigi, jujur aja ngeri. Hhhh


Suami bilang, sejelek-jeleknya gigi asli tetap lebih enak daripada pakai gigi palsu. Yups, karena gigi suami saya ada yang palsu untuk menggantikan giginya yang hancur saat kecelakaan tahun 2009 (waktu itu belum kenal).

Menanggulangi gigi yang bolong biasanya saya minta ditambal sama dokter gigi di puskesmas. Hasilnya lebih baik dibanding hasil tambalan di suatu klinik yang saya datangi dan biayanya malah lebih mahal, sedangkan di puskesmas biayanya lebih murah malah bisa gratis. Pasalnya, saya pernah tambal gigi tapi 2 jam kemudian tambalannya bongkar lagi pas dipakai makan. Sayang kan jadinya, sebaliknya tambal di puskesmas malah awettt.

Pengalaman Tambal Gigi Laser

Waktu itu tahun 2014, saya berencana tambal gigi, kali ini bukan karena gigi bolong, tapi bagian dalam gigi yang hitam letaknya ada di 2 gigi depan saya. Jadi semacam keropos dari dalam gitu. Sekilas kalau dilihat giginya hitam.

Seperti biasa karena sudah nyaman dengan kerja tangan dokter gigi di puskesmas, sengaja saya datang dan antre pagi-pagi. Sampai tibalah nomor urut saya dipanggil, maka saya ceritakan tujuan saya yang mau nambal gigi. Dari sini saya baru tahu, ternyata untuk masalah gigi yang bolong dari dalam atau katakanlah membuang keroposnya itu berbeda lagi dengan cara tambal gigi yang biasa dilakukan. Dokter bilang gigi saya harus di tambal laser.

Tambal laser? *agak melongo*

Pertama dengernya juga agak gimana gitu. Gak paham, kata dokter karena gigi depan jadi gak bagus hasilnya kalau ditambal biasa, nanti akan jelas sekali perbedaannya. Sedangkan hasil dari tambal laser itu nantinya menyerupai gigi asli, warnanya sama persis. Kemudian, dokter menyarankan saya untuk datang ke Klinik Tugu Sawangan karena disana lebih mendukung peralatannya, di puskesmas jelas gak bisa.

Akhirnya, suatu malam dengan ditemani suami, saya datang ke Klinik Tugu dan menjelaskan kembali kedatangan saya. Dokter gigi yang menangani saya waktu itu namanya drg. Eka (gak tahu lengkapnya), dr Eka menyanggupi dan malam itu juga langsung diambil tindakan.

Prosesnya tidak berbeda dengan tambal gigi bolong pada umumnya, dibuang dulu bagian keroposnya sampai bersih baru nanti ditambal. Gigi depan saya tepatnya sengaja 'dibuat' bolongan dulu, karena keropos di bagian pertemuan antara kedua gigi. Dokter Eka bilang, sebenarnya gigi depan satunya belum rusak banget, tapi sudah 'calon' jadi mau gak mau ikut ditindak.

Suami saat itu ikut nunggu di dalam ruangan dan menyaksikan langsung prosesnya, tapi sayang gak didokumentasikan. Huhuhu. Jadi, saya gak bisa memberikan gambaran asli seperti apa. Maaf ya. Sekilas seperti tukang las yang nyambungin besi, nah semacam ngelas besi gitu. Hahaha *ojp*


Sumber: doktergigikita.com


Teknik tambal laser ini bisa diaplikasikan juga pada gigi yang patah. Nanti bagian patahannya akan diganti (ditambal) dengan tambalan yang bahannya lebih mirip gigi asli sehingga warnanya tidak berbeda. Gigi saya yang ditambal laser kira-kira seperti gambar di atas, bagian tengahnya dibolongon dulu baru ditutup. 

Biaya
Lain dulu lain sekarang. Tiga tahun lalu biaya tambal laser di Klinik Tugu Sawangan untuk satu gigi IDR. 200K, karena saya 2 gigi jadi total biaya yang harus dibayar saat itu IDR.400K. Itu untuk tindakan aja alias gak termasuk jasa dokter. Bisa jadi beda lagi kalau di rumah sakit besar. Harga ini hanya sebagai gambaran kasar.

Hasil
Hasil tambalan bagus, bak gigi asli tidak ada perbedaan. Tapi, 3 tahun sudah warna tambalan agak berubah, mulai kelihatan ada beda. Wajar, dulu juga dokter sempat bilang dalam jangka waktu yang lama warnanya bakal berubah, bisa dilihat ada beda warna kalau diperhatikan.


Maapkan ya nampang dikit hehe


Sekian cerita pengalaman saya tentang tambal gigi dengan teknik laser. Semoga bermanfaat.

28 komentar:

  1. wah, saya sering tambal gigi tapi pakai metode yg manual. blm pernah pake laser.. baru tahu bisa ternyata. tekhnologi kesehatan makin canggih yaa.. TFS ya teh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ada teknik laser buat gigi bagian depan biasanya :). Sama-sama mba Ayu, semoga manfaat

      Hapus
  2. Aku belum pernah nih mba tambal laser. Makasih sharingnya ya. Smoga aja ga ada masalah dengan gigi. Soalnya aku takut euy sakit gigi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga ga ya Mba Al. Sakit gigi itu ga enak. Hiks

      Hapus
  3. uuuh saya termasuk yang takut ke dokter gigi nih mba padahal gigi udah bolong beberapa >,<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga ada yg belom ditambal nih hhhh

      Hapus
  4. saya sih sampai sekarang ini gak pernah ke dokter gigi, jadi baru tahu ada tambal gigi dengan laser..
    makasih banyak infonya ya

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Wah kalo mbak belum pernah cabut gigi, kebalikan dari saya..saya beberapa kali pernah cabut gigi, tapi belum pernah tambal gigi..
    paling serem kalo datang ke dokter gigi sampe sekarang..
    semoga gigi saya nggak ada yang bolong biar nggak pake ditambal..serem juga sepertinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga ga ada cabut-cabut lagi ya mba. Aku malah serem kalo dicabut hhhh

      Hapus
  7. Tambal laser rasanya lebih praktis dan hasilnya juga bagus. Thanks for sharing :)

    BalasHapus
  8. Aku malah baru tau mel ada tambal gigi laser, sip jd nambah pengetahuan.

    BalasHapus
  9. Aku pernah nih tambal gigi laser sebanyak 3 bolongannya hahaha..kuat sih dari 2007 sampai 2016. Waktu itu aku ditambal giginya pas lg hamil karena.ga disarankan untuk cabut.

    BalasHapus
  10. Aku belum pernah tambal laser, mba. Syukurlah kalau skarang makin maju ya mba dan hasilnya nggak keliatan tuh kalau ada gigi yang i laser. Hasilnya bagus :)

    BalasHapus
  11. Wah belum pernah coba yang pakai laser. Pasti ada harga ada hasil yang berbeda ya dibanding dengan tindakan konvensional yang biasa dilakukan. Mantaps kak

    BalasHapus
  12. Aku udah prnh d tambah mba,,, huhu tapi akhirnya d cabut juga gk sabar bolak baliknya waktu itu

    BalasHapus
  13. Saya pernah tambal pakai laser. Ga kuat. Mudah copot. Mgkn karena tambal gigi paling depan kali ya. Emang enakan di puskesmas, tapi antrinya itu looooh ga nahan.

    BalasHapus
  14. aku agak parnoan klo ketemu dokter gigi, sekalinya ke dokter gigi awal taun ini karena gusi bengkak parah, eh akunya yg lebih cerewet dari dokternya, iya cerewet nutupin rasa takut XD

    BalasHapus
  15. Oh gigi yg patah bisa ditambal ya. Biaya jg terjangkau. Tapi 3 tahun harus ditambal ulang ya. Kalo berubah warna kan jadi aneh.

    BalasHapus
  16. Aduuuh aku udah lama banget gak ke dokter gigi Mel.. huhu.. Jadi pingin perawatan.. Di Klinik Tugu dokter gigiya bagus ya Mel?

    BalasHapus
  17. Aku rutin ke dokter gigi tp ngga pernah merhatiin jenis tindakannya, pokoknya manut wae sama perintah dokter giginya. Lha wong dokter giginya kakak iparku sendiri hahahahs. Tp nanti mo tanyalah apa itu tambal gigi laser

    BalasHapus
  18. Suamiku nih yg suka berurusan dgn tambalan gigi. Kapan gtu ngabisin biaya lumayan hiks hiks.
    Baru tau ada tambal laser. Buka cabang di Bogor gk mbak kliniknya? hehe
    Kalau biayanya kyknya lbh miring dr klinik suamiku. Nanti kurekomen ke dia deh hehe TFS

    BalasHapus
  19. Nah aku malu ke dokter gigi tapi mau cakep kaya mba gini. Kk ku dulu juga di tugu. Anterin mba ke Tugu hehe

    BalasHapus
  20. Mbaa giginya persis gigi anakku, udah sering bolak balik tambal, hasilnya kurang oke, perlu nih rekomendasinya. thanks ya mba

    BalasHapus
  21. Wah, bisa jadi rekomendasi untuk tambah gigi.. Alhamdulillah saya ngga ada masalah dengan gigi, tp papà mertua saya sering tambal gigi yg manual, coba nanti yg laser semoga aman dan hasilnya oke.. thanks la amel infonya

    BalasHapus
  22. Udah berapa tahun Bu. Saya juga 3 tahun yang lalu tambal leser. Tapi kemarin tambalannya lepas :( sekarang lagi cari2 referensi tambal leser yg murah :D

    BalasHapus