Kamis, 10 Januari 2019

Siap Hadapi Anak Aktif dengan #AksiFlashBunda - “Ada Thromboflash, Gak Takut Lebam!"


Liburan pun usai, katanya otak bisa refresh lagi kalau habis liburan. Apalagi, liburan sekolah plus akhir tahun kemarin bisa dibilang cukup lama kurang lebih 3 minggu terhitung setelah pengambilan raport hasil belajar.



Saya sendiri, merasakan liburan kemarin itu terasa lama. Mungkin karena 3 minggu itu saya dan pak suami memilih lebih banyak di rumah. Selain karena anak sakit, pun uangnya lebih baik buat beli material rumah. Hehehe

Yang paling terasa beda itu sebenarnya saat anak sakit. Kalau ibu terbiasa sehari-hari melihat anak di rumah dengan tipe yang “gak bisa diam” alias anak aktif atau istilah zaman now itu anak dengan kemampuan kinestetik dominan, pasti terasa aneh. Dari biasanya bermain, lari sana-sini, hobinya lompat-lompat, sesaat ada di sisi rumah yang satu lalu sesaat kemudian ada di sisi rumah lain. Begitu berlangsung setiap hari, dan stuck anaknya sakit kemudian suasana berubah yang biasa berantakan jadi adem ayem.

Aura, anak saya termasuk tipe yang saya sebutkan. Berbeda dengan kakaknya yang lebih kalem.

Aura (1,5 tahun) sejak kecil senang lari-lari

Senanh bermain yang menguras tenaga :D

Bermain bersama Kakak


Saat Aura sakit dan melihat Aura gak bergerak aktif seperti biasanya, perasaan ikutan sakit, sedih karena melihat wajahnya yang murung tanpa senyum atau tertawa, lebih banyak diam dan tidur seharian. Pasalnya, kalau dia aktif, gembira, perasaan saya pun jadi ikut terbawa senang. Walaupun suka lelah juga melihat isi rumah yang berantakan bagai kapal pecah. Hihihi

Aura, saat sakit maunya tidur seharian

Namun, bersyukur sakitnya gak terlalu lama. Selama satu minggu bedrest kemudian mulai ceria lagi, bisa senyum dan ketawa-tawa lagi. Dan selepas sakit itu malahan minta diajak berenang. Yups, karena ada wahana kolam renang baru yang belum lama buka di dekat rumah, akhirnya kami ke sana mengajak anak-anak dan keponakan.

Baca:

Pusing gak sih punya anak aktif? Pusing kalau lagi berantakin mainan aja sih. Selebihnya, justru senang karena rumah jadi gak sepi, bahkan ada yang bilang kalau anak aktif itu ciri-ciri anak cerdas.

Wah, mari aamiin-kan saja ya...

Karena memang seni-nya punya anak itu ya salah satunya saat rumah berantakan karena anak-anak yang sedang dalam masa eksplorasi tanpa batas. Ibunya, nikmati saja. Kalau dipikirin dan dibawa pusing, malahan capek sendiri. Dan ujung-ujungnya kita jadi gak bersyukur dengan pemberian Allah.


Menyalurkan Energi Si Anak Aktif



Hmmm…. Biar gak pusing, saya punya tips a la Mama Energic supaya anak-anak aktif tersalurkan energinya dan ibunya tetap happy.

1.Berikan Mainan

Dunia anak itu memang identik dengan bermain. Orangtua perlu menyediakan media bermain sekaligus belajar. Karena, belajarnya anak-anak itu ada di dalam masa-masa bermain tersebut. Bahkan, kalau menurut ilmuwan pendidikan, masa anak-anak (usia 0-7 tahun) itu adalah masa-masa konkret alias membutuhkan sesuatu objek contoh dalam bentuk real atau nyata.

Makanya, mainan itu biasanya akan digunakan oleh anak sebagai sesuatu alat yang digunakannya sebagai bahan belajar. Misalnya, masak-masakan. Aura dan kakaknya, karena perempuan saya sediakan mainan masak-masakan. Itu loh, berupa miniatur perabot  rumah tangga namun terbuat dari plastik.

Sebagian mainan anak-anak, yang ikut dibawa saat mandi


Oleh mereka, mainan masak-masakan itu mereka jadikan alat dan dengan asyiknya mereka bermain peran, ada yang masak, makan, dan kadang mereka berperan sebagai penjual makanan yang harus diolah dan ada yang berperan sebagai pembeli.

Bahkan sekarang sudah banyak mainan edukatif yang mana mainan-mainan itu dibuat agar bisa merangsang kemampuan otak anak.

2.Buat Sarana Bermain di Rumah

Selain mainan, sarana bermain di rumah perlu juga, loh. Ibu bisa buat dari bahan-bahan sekitar yang tersedia. Sarana ini memungkinkan anak aktif agar tersalurkan energi dan fokusnya.

Misalnya, saya pernah bikin pijakan yang mana Aura nantinya saya minta dia supaya bisa moving dari satu pijakan ke pijakan lain. Gampang, pijakan yang saya buat cuma dari lakban. Hehehe.

Tapi, Aura happy aja disuruh lompat pindah-pindah. Hal ini bisa sekaligus melatih ketangkasannya.

3.Ajak Temannya Bermain Bersama

Mengajak teman bermain banyak manfaatnya. Salah satunya, anak berkesempatan mengembangkan kemampuan sosial mereka. Biasanya, bermain bersama juga justru akan melatih anak untuk berbagi, berkomunikasi, dan banyak lagi.

4.Ajak Bermain di Luar Rumah

Kegiatan di luar rumah biasanya kegiatan yang paling asyik dan ditunggu-tunggu oleh anak. Kegiatan ini bisa dijadikan moment refreshing karena biasanya melibatkan anggota keluarga, jika tempat yang dituju adalah lokasi wisata.

Tapi, kalau gak sempat mengunjungi lokasi wisata, bermain di luar rumah seperti berjalan-jalan di lingkungan rumah atau di lapangan, gak jadi masalah.

***

Empat hal tadi sebenarnya masih sebagian kecil ya. Setiap ibu bahkan punya cara tersendiri menanggapi anak aktifnya.

Lalu, untuk ibu, apa sih yang harus disiapkan? Kenapa “ibu” karena memang yang lebih banyak bersama anak adalah sosok ibu, disaat ayah sibuk bekerja.

Buat ibu, menanggapi anak aktif itu yang penting dibawa enjoy dan happy saja. Kalau bukan dua hal itu, pasti akan sangat terasa menyita waktu karena harus menemani anak bermain, menyita tenaga karena mau gak mau ibu pasti terlibat di dalam kegiatan bersama anak bahkan jika anak masih balita, ibu biasanya akan mendapatkan porsi lebih besar dalam merapikan mainan. Begitu, bukan? Hehehe.

Tenang, nanti akan ada saatnya anak paham kapan dia harus merapikan mainan sendiri setelah bermain. Ibu pun jangan bosan mengingatkan ya.

Yang penting, balik lagi ke konsep awal tadi supaya ibu tidak stress melihat ‘kekacauan’ yang terjadi di dalam rumah, ini masa-masa yang sebenarnya gak lama dan percayalah bahwa itu tanda anak ibu adalah anak yang cerdas.


Anak Aktif Rawan Kena Benturan


Tapi, ibu juga perlu waspada, ya. Karena, anak aktif juga rawan mengalami kecelakaan ringan, seperti terbentur benda-benda di sekitarnya yang membuat kulitnya memar atau lebam.

Lebam atau memar ini bisa sangat terjadi bahkan tanpa disadari. Seperti pada orang dewasa, agak kaget jika tiba-tiba ada bagian yang menghitam di kulit kan? padahal merasa tidak terbentur benda keras. Mungkin saja lupa, kan.

Lebam atau memar terjadi ketika pembuluh darah kecil (kapiler) pecah dan akhirnya menimbulkan perubahan warna kulit. Umumnya kondisi ini tidak menimbulkan gejala tertentu.

Makanya, kalau saya pribadi pernah mengalami tahu-tahu di bagian kaki ada memar. Padahal, merasa baik-baik saja gak terbentur benda keras.

Berbeda dengan anak-anak, mereka rawan sekali kena benturan apalagi anak-anak aktif.

Seperti Aura, anak kedua saya. Beberapa hari lalu, saat saya sedang mengangkat pakaian dari jemuran, tahu-tahu terdengar suara tangis yang keras. Anak ini memang kalau menangis suaranya cukup heboh.

Duh, buru-buru saya ke kamar, karena terakhir saya lihat Aura sedang di kamar. Ternyata, Aura kejepit laci meja rias. Entah apa yang sedang dilakukan. Tangisannya pecah sambil memanggil “ummi, ummi”.


Histeris, jarinya kejepit


Setelah saya lepas jarinya yang terjepit, saya ingat ada obat di kotak khusus obat yang bisa mengatasi lebam dan memar yaitu Thromboflash.

Oles tipis Thromboflash pada bagian
kulit yang memar atau lebam

Langsung saat itu juga, jari Aura saya oles Thromboflash. Cukup oles tipis, dan sensasinya memang ada sedikit rasa sejuk dan tidak menimbulkan rasa perih, saat saya tanya Aura gimana rasanya.

Mengalami hal yang tak jauh berbeda, di hari lain. Kakak Anin juga mesti saya olesi Thromboflash. Karena lututnya lebam terbentur tembok saat asyik bermain perosotan yang ia buat sendiri dengan bekas sterefoam.




Alhamdulillah-nya, meski mereka tahu Thromboflash adalah obat yang saya pakaikan ke luka lebam mereka, tapi anak-anak gak takut karena obatnya gak menimbulkan sensasi perih dll.

Thromboflash Atasi Luka Lebam dan Memar


Kemasan Thromboflash



Seperti obat oles pada umumnya, kemasan Thromboflash ini berwarna kuning mustard/kuning telur dan garis lengkung berwarna merah, baik warna kemasan kardus atau produknya sendiri. Gel nya sendiri gak berwarna atau bening, agak kental dan baunya gak menyengat. Sebelum dipakai, bagian kepala kemasannya harus ditusuk lebih dulu ya, bisa dengan jarum.

Setelah ditusuk, gel beningnya akan keluar
dengan cara dipencet

Setelah dipencet dan dioles ke kulit, gak menimbulkan rasa perih


Yang saya beli ini Thromboflash ukuran 10 gram. Ada juga ukuran lebih besar yaitu 20 gram.

Kandungan Thromboflash

Thromboflash merupakan obat oles yang diproduksi oleh Fahrenheit. Obat ini mengandung bahan aktif Heparin Sodium 200 IU. Kandungan Heparin Sodium ini berfungsi melarutkan gumpalan darah di bawah kulit akibat lebam, mengurangi peradangan, dan melancarkan peredaran darah sehingga lebam hilang. Warna kebiruan yang biasa kita lihat pada lebam itulah sebenarnya darah yang menggumpal.



Kandungan Heparin sendiri ada yang berasal bisa berasal dari hewan babi dan sapi yang merupakan ekstrak mukosa hewan tersebut. Karena Thromboflash ini berasal dari ekstrak mucosa sapi yaitu Bovine, sehingga bagi yang muslim gak perlu khawatir tentang kehalalannya, jadi aman dan nyaman digunakan. Selain itu, Thromboflash juga sudah terdaftar oleh BPOM.

Ada logo Halal MUI, BPOM, dan tanda bulat warna biru yang menunjukkan itu obat keras dan penggunaan luar




Cara Pakai

Mudah saja bagi ibu yang mau menggunakan Thromboflash. Tinggal oles tipis-tipis di bagian yang lebam sebanyak 2-3 kali sehari dan ingat ya pemakaian hanya untuk bagian luar, jika ada luka dalam seperti darah yang keluar sebaiknya jangan digunakan karena masalahnya berbeda.

Harga dan Tempat Beli

Saya beli Thromboflash ini di apotik namanya Ben Waras, tepatnya di Ruko Tugu Sawangan. Harganya Rp 37.500,- ukuran 10 gram. Ada juga teman yang membeli di Apotek K-24 ya. Tapi, di Apotek K-24 dekat rumah saya produknya sedang kosong.

Selain bisa di beli secara offline di apotek, Thromboflash bisa dibeli secara online. Tinggal searching lalu ketik keyword nama Thromboflash atau bisa  kunjungi situs web Fahrenheit.

***


Kemasan Thromboflash yang kecil dan mudah dibawa ini, maka saya prepare di pouch kalau pergi bersama anak-anak. Tentunya, sudah ready juga di kotak khusus obat di rumah. Namanya anak aktif, maka ibu perlu jaga-jaga kalau sedang bepergian anak-anak mengalami lebam, karena gak efisien kan kalau lagi pergi ke suatu tempat saya harus pakai peralatan kompres. Hehe


Sedia Thromboflash di rumah

Kemasannya yang kecil, jadi mudah
disimpan dan bawa

Mudah dibawa saat bepergian,
simpan di dalam pouch bersama obat lainnya

***

Nah, #AksiFlashBunda mengatasi lebam pada anak jadi gak susah karena ada Thromboflash yang bikin anak-anak tetap aktif dan ceria bermain dan pastinya gak takut lebam.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar